Video berjudul “Selamatkan Naskah Kuno Sumedang” ini merupakan media diseminasi hasil penelitian berjudul “VIRTUAL COMMUNITY OF PRACTICE UNTUK TATA KELOLA NASKAH KUNO KOLABORATIF: Studi Action Research melalui Soft Systems Methodology di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat”. Penelitian ini adalah karya riset doktoral yang dilaksanakan oleh Kusnandar, S.Sos., M.Si., seorang Dosen di Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.
Video ini bersumber dari Youtube Channel resmi Komunitas PENAKU: https://www.youtube.com/channel/UC0CNyU7eHHUlIPX1pxIh6mw/
Ringkasan Isi Video:
Video ini membahas tentang upaya penyelamatan naskah-naskah kuno di Sumedang, Jawa Barat, yang dianggap sebagai harta karun budaya. Naskah-naskah ini memuat sejarah, filosofi, dan kearifan lokal Sumedang, namun kondisinya terancam hilang karena kurangnya aksesibilitas dan koordinasi antar pihak terkait.
Masalah utama yang dihadapi adalah sistem yang “macet,” di mana berbagai pihak seperti pemerintah, budayawan, dan pemilik naskah berjalan sendiri-sendiri tanpa komunikasi yang efektif. Hal ini mengakibatkan naskah hanya menjadi pajangan dan kurang dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan.
Solusi yang ditawarkan adalah pembentukan “alun-alun digital” atau virtual community of practice (VCOP). VCOP adalah platform online yang dirancang untuk menyatukan berbagai pihak yang peduli terhadap naskah kuno Sumedang, memungkinkan mereka untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan menciptakan pemahaman baru. Platform ini memiliki tiga pilar utama: domain (fokus pada naskah kuno Sumedang), komunitas (orang-orang yang terlibat), dan praktik (alat dan metode yang digunakan).
Platform digital ini menyatukan tujuh kelompok, termasuk pemerintah sebagai fasilitator, akademisi sebagai ahli, pegiat komunitas sebagai motor penggerak, dan pemilik naskah sebagai mitra kunci. Alur kerjanya berupa siklus berkelanjutan, dimulai dari pengumpulan data dan digitalisasi naskah, pengolahan data menjadi pengetahuan baru oleh para ahli dan komunitas, penyebaran hasil ke publik, dan evaluasi untuk perbaikan. Platform ini menyediakan berbagai perkakas, seperti katalog online untuk pendaftaran koleksi naskah, ruang kerja virtual untuk penerjemahan, dan forum diskusi.
Rencana implementasi VCOP dibagi menjadi tiga fase: pemanasan (uji coba konsep), pengembangan (memperluas platform dan pengguna), dan transformasi (menciptakan sistem yang mandiri dan berkelanjutan). Proyek ini juga mempertimbangkan tantangan seperti literasi digital yang tidak merata dan potensi resistensi, dengan solusi seperti pertemuan langsung dengan tokoh masyarakat. Keberhasilan jangka panjang proyek ini bergantung pada keberlanjutan sumber daya manusia, pendanaan yang beragam, dan pembaruan teknologi platform. Tujuan utama dari inisiatif ini bukan hanya mendigitalisasi naskah, tetapi juga memberdayakan masyarakat Sumedang untuk mengelola dan menyebarkan cerita mereka sendiri.